Thursday, 6 August 2015

Dua Hari Lagi, Kelahiranmu Berulang, Sejak 8/8:1955

mak, cermin gerobokmu pecah,
tak terduga akan celaka,
dustakan emak,
derhakalah daku.

aku anak kecil,
aku tak tahu semua benda.

mak, badan kecilku menangis,
batang paip di tanganmu bengis,
bisanya membuat darahku jadi
air mata; jernih--tempat sajak
berenang. sisik-sisik derita,
berbentuk kata-kata.

(sajak adalah tempat berlindung
ibu-ibu mengandung)

mak, aku tak mengerti
mengapa tanganmu
boleh mengajar manusia,
membentuk aku dengan kebebasan;
total seratus persen
               keputusan
             di tanganku.

engkau ibuku,
engkau lebih kenal aku
berbanding aku berkenalan
dengan diriku sendiri.

mak, aku tak kenal
keburukanmu.